Persahabatan Itu Begitu Indah

by Sri Mulyani Nasution on Wednesday, October 28, 2009 at 10:15am ·
on FACEBOOK

Satu persatu nama-nama teman SMP kelas satu mulai muncul kembali dalam memori. Yang ada di depan mata tinggal mengingat sosok jadulnya dan membandingkan dengan sosoknya saat ini. Yang tidak dapat hadir hanya bisa diingat sosoknya pada pertemuan terakhir dengan masing-masing teman. Namun ada juga yang untuk mengingat namanya saja rasanya sulit sekali, apalagi mengingat sosoknya. Maklumlah, waktu sudah lama sekali berlalu. Sudah sekitar 30 tahun!

Ada satu nama yang paling sering kami sebut dan bertanya-tanya, ada dimana dia gerangan? Dialah sosok ketua kelas yang terkenal sangat protektif terhadap kelas kami dan anaknya sangat super pede.

Mungkin karena terlalu sering kami sebut namanya, dia juga jadi teringat pada kami teman-teman masa kecilnya ini. Kontak batin yang terasakan itu akhirnya membawanya melangkah ke rumah orangtuaku.

Karena saat itu aku gak berada di rumah (wong udah berkeluarga dan tinggal terpisah dari ortu) dan kebetulan salah satu adikku sedang berkunjung ke rumah ortu, maka dia ngajak si mantan ketua kelas kami ngobrol. Singkat cerita, dia ninggalin alamat untuk dihubungi. Gak ada nomor telepon yang dia tinggalkan. Dia Cuma titip pesan pada adikku bahwa kondisi kesehatannya sangat buruk. Dia minta diurus/diperhatikan sama kita-kita teman SMP-nya.

Setelah mendapat khabar itu, aku langsung sampaikan via FB ke salah satu teman. Tapi karena setelah ditunggu tak juga ada khabar dan kelajutannya.

Akhirnya kuputuskan untuk mencari sendiri bersama Reni.

Benar-benar di luar dugaan. Sosok yang kami temui sungguh memprihatinkan.

Dia tinggal bertiga dengan dua adiknya yang kira-kira sudah berumur di atas 35 tahun, di sebuah rumah kecil yang tak terurus. Semua gorden tertutup rapat. Rumahnya kotor dan berantakan. Gak ada yang menikah. Gak ada yang bekerja. Pakaian mereka kotor dan sobek di sana-sini. Sama sekali gak terawat, bahkan mungkin hanya mandi sesekali.

Di antara mereka bertiga, hanya adik laki-lakinya yang tampak paling waras dan terlihat bersih. Adiknya yang perempuan memprihatinkan sekali dan terkena gangguan jiwa. Orangtua mereka sudah gak ada. Biaya hidup mereka ditanggung salah satu abangnya yang sudah menikah dan bekerja serta tinggal terpisah dari mereka. Aku dan teman yang datang berkunjung akhirnya lebih banyak ngobrol dengan adik laki-lakinya, karena si mantan ketua kelas ngomongnya agak ngelantur dan gak fokus.

“Aku gak bisa cerita apa-apa lagi. Aku juga gak punya pendapat apa-apa. Cuma sekedar berbagi cerita. What do you think friend?”. Ini lah kata-kata yang kuungkapkan pada teman-teman ketika sharing cerita tentang si mantan ketua kelas via message facebook.

Berbagai tanggapan pun bermunculan. Teman-teman satu-persatu menunjukkan simpatinya, urun rembug cari solusi dan menyatakan niat untuk bertemu sang ketua kelas. Setelah diskusi yang menemukan jalan buntu, akhirnya kami memutuskan untuk berkunjung.

Kunjungan ke kediaman sang ketua kelas

Dan… itulah yang terjadi. Kami akhirnya berkunjung bersama-sama ke rumah si mantan ketua kelas, setelah acara Walimatus Syafar Armi. Betapa bahagia dan mengharukannya pertemuan itu….

Sang ketua kelas mengembalikan banyak kenangan kami ke masa lalu. Ke kelas 1 A yang bersejarah itu. Sungguh menakjubkan! Dia masih ingat nama kami satu persatu. Dia juga tau tempat tinggal masing-masing dan nama julukan yang pernah dimiliki….. Sungguh menakjubkan! Bahkan menurutnya, kalau saja matanya masih sehat (karena penglihatannya sudah sangat buruk) maka dia bisa membuat peta susunan tempat duduk kami di kelas 1 A pada masa itu…..

Lega rasanya bisa bertemu dan menghibur teman lama yang sedang membutuhkan. Dampak reuni menjadi terasa lebih berarti. Bukan sekedar pertemuan dan acara makan bareng di café atau tempat-tempat makan mewah yang dilanjutkan dengan hubungan-hubungan yang lebih bersifat pribadi……

Persahabatan terasa begitu indah….

ha…ha…ha…uhuk…uhuk….ampe batuk aku kebanyakan ketawa ri…ingat senyuman torsaid amamu itu….kok lucu kli ya….hri ini aku nangis gara2 berpisah ama kalian semua….krg puas rasanya ketawa ketiwi ya ri…..tpi aku coba usahakan ngurus surat miskin Torsaid itu ri…kasihan jga dia ya….mantap tulisannya ri….! October 28, 2009 at 11:43pm ·

Tq Er…. Tulisan itu cuma sekedar pesan agar reuni punya makna positif….
Soal surat miskin itu, cobalah usahakan Er. Pasti manfaatnya sangat besar buat dia….
Sampe ketemu di pertemuan yang lebih seru lagi ya…. Tanpa Erni gak bakal seru tuh! October 29, 2009 at 8:14am ·

Oktine AlvaniTerharu jg kak, ve membaca notenya. Btw, kk SMP nya dmn dlu? October 29, 2009 at 5:21pm ·

Alhamdulillah. Kakak SMP kelas satu di Sibolga Ven. Kelas 2 dan 3 di Harapan. Itu teman di sibolga….October 29, 2009 at 7:15pm ·
aku senang kita masih bisa berumpul dalam sisa usia kita yg saat ini, itulah kuasa Allah yang penuh rahaisa, yg tak tauh apa yg ingin dia perbuat kepada hambanya, namun apapun kondisinya aku harap kita selalu saling bersama sama ya semua sobatku. October 31, 2009 at 9:15am ·

Ternyata pertemuan tersebut adalah pertemuan terakhir kami dengan Torsaid, karena dua bulan kemudian, Torsaid pergi menghadap sang Khaliq.

Selamat Jalan Sahabat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s